Minggu, 02 Maret 2008

Claudia/Jasmine (2008)




CLAUDIA/JASMINE menceritakan perjalanan gadis remaja dan wanita di akhir 20-an yang tidak sengaja menemukan pelabuhan-pelabuhan cinta dalam perjalanan hidup mereka. Claudia dan Jasmine yang didera trauma masa lalu, mencoba mencari definisi cinta yang sejujurnya. Kisah mereka melukiskan secara abstrak arti cinta, persahabatan dan mimpi yang dicari oleh semua orang. Tahun-tahun yang berlalu dalam kehidupan mereka merupakan suatu kanvas tawa, tangis dan belenggu. Tokoh sentral dalam film ini Claudia/Jasmine diperankan oleh Kinaryosih dan Kirana Larasati.

SPOILER ALERT!

Asyik.. nonton film ini ternyata asyik, setelah terus-menerus dikecewakan oleh film2 indonesia (terakhir sama XL yang ancur abis.. <_<), akhirnya ada juga film yang ga bikin gw ketiduran di bioskop. Selain karena castnya yang bening2,
kyaaa.. Kirana Larasati ceritanya juga lumayan, dan yang paling penting akting pemaennya bagus dan enak buat ditonton. (ga kayak XL, sapa yang bilang akting Jamie Aditya bagus?

Jalan ceritanya ketebak sih, tapi toh kita nonton film cari hiburan, bukan untuk tebak2an. Yang agak kurang mungkin pemilihan pemeran Claudia dan Jasmine yang kurang mirip, tapi mungkin sengaja ya, biar ga terlalu cepat ketahuan. Sama karakter Jerry, rasanya kok ga mungkin ada cowo kek dia di dunia nyata, terlalu sempurna.. (ach kok gw kedengeran kek gay gini wakakak..). Anyway, overall film ini sangat layak tonton. Gw lebih menikmati nonton film ini lho daripada Ayat-ayat Cinta

Ga rugi gw antri lama2 di loket buat nonton film ini. Antriannya buat nonton Ayat-ayat Cinta padahal.. -_-

Terimakasih buat Awi Suryadi atas suguhan tontonan yang cukup menghibur. Jangan bosan make Kirana Larasati di film2 selanjutnya ya.. Hahahaha...

Selasa, 22 Januari 2008

GW PENGEN MAEN BOLAAA!!!

Pernah dapet sms yang membangkitkan semangat? Gw dapet semalem..

Di futsal 35. Dpn ars int'l school. Antapani. Hari Rabu besok jam 9 pagi.

Yeeah, ada maen bola minggu ini (weekend kemaren kan gw -sok- sibuk ngerjain proyek, jadi ga sempet maen bola). Tumben anak-anak maen bola tanpa harus gw yang booking lapangan (entah sejak kapan gw jadi semacam manager, yang kerjaannya booking2 lapangan kalo anak2 pada pengen maen bola, tahpapa <_<). Gara-gara kabar ini, adrenalin gw terpacu (halah), dan jadinya ga bisa tidur. Akhirnya tadi malam gw memutuskan untuk menjadi teman yang baik. Gw menawarkan diri bantuin si sukri beresin kerjaannya. Dan ternyata, orang yang kerjaannya mau gw bantuin itu malah tidur setelah gw culik ke kosan gw. Jadi aja gw males2an bantuinnya. Dan akhirnya malam itu dilewatkan dengan mendonlot episode 3 dan 4 sinetron KAMI (sinetron Malaysia). Saat orang lain sibuk pengen mengganyang Malaysia, gw malah lagi demen mantengin ni sinetron (wakakak).

Pernah dapet telepon yang menghilangkan semangat? Gw dapet sore ini..

P' Yan: "Yus, dimana kamu? Katanya mo ketemuan minggu ini? Mana progress kerja kalian?"
gw: "Ini saya lagi bantuin sukri nyelesein databasenya pak, bapak di kampus sampe jam berapa?"
P'Yan: "Ini dah mau pulang, udah besok pagi aja ketemuannya, kasi tau yang lain!"
gw: "Oh, yauda pak. Makasih."


sukri: "Siapa?"
gw: "Pak Yan"
sukri: "Apa katanya?"
gw: "Lo dicariin. Mposs!"

Noooo... Gimana dengan rencana maen bola besok? Btw, si bule juga datengnya besok jadinya, bukan hari ini. Ah kacau sudah dunia persilatan. Malam ini sepertinya kepala gw bakal dipenuhi kemungkinan rencana-rencana yang bisa dilakukan untuk menghindari pertemuan besok (setidaknya sampe jam 11 pagi).

GW PENGEN MAEN BOLAAAA!!!

Kalumpang Project Expedition (chapter 2)

melanjut cerita sebelumnya..

Keesokan harinya..

Entah karena kelelahan atau emang kebluk, besoknya kami bangun kesiangan (jangan dikata solat subuh, sarapan aja hampir lewat). Entah kenapa Pak Yan juga ga berniat bangunin (ato jangan-jangan dia bangunin tapi kaminya aja yang ga denger).

Setelah (akhirnya) bangun, kami disuguhi pemandangan cerah pantai kota Palu. Palu panas ternyata (ya iyalah, kota pantai). Setelah mandi (sendiri-sendiri tentunya), kami turun buat sarapan (it's brunch actually).


pemandangan dari balkon hotel

"Eh kita kan lagi diatas sesar" entah siapa yang tiba2 nyeletuk, gw lupa (ato mungkin juga ga ada yang nyeletuk, entahlah). Intinya.. ya, kami sedang berada diatas suatu sesar besar (ato patahan) yang bernama sesar Palu-Koro, yang membentang sepanjang 500 kilometer. Kota Palu terletak tepat di atas sesar ini. UIA (untuk informasi anda), sesar itu adalah penyebab terjadinya gempa bumi (tektonik), jadi kalo suatu kota berada tepat berada di atas suatu sesar (apalagi sesarnya gede), kota itu bakalan sering terkena gempa. Dan kalaupun gempanya jarang, itu berarti sedang terjadi akumulasi energi di bawah sana, makin besar energi yang terkumpul, makin besar kekuatan gempanya (yah intinya begitu lah, di geologi ada minimal 6 mata kuliah buat mempelajari sesar dan gempa ini, silahkan diambil kalo berminat).


garis kuning itu sesar palu-koro, titik merah itu kota palu

Karena celetukan tadi, tiba2 adrenalin gw terpacu. Entah kenapa sejak dulu gw punya keinginan (ato obsesi?) pengen berada di suatu daerah yang lagi ngalamin suatu bencana geologi, entah itu gempa, gunung meletus ato apapun (weird? that's me!). Seumur-umur gw baru sekali ngalamin gempa (itupun cuma 2 skala richter, it's barely an earthquake). Jangan-jangan obsesi ini yang bikin gua masuk geologi dulu, hmm.

Kembali ke Palu..

Sehabis makan-pagi-padahal-dah-siang, Pak Yan bilang ada surat-surat yang musti diurus dulu sebelum perjalanan dilanjutkan. Oya, sesuai judul, tujuan kami sebenarnya memang bukan kota Palu tapi kota Kecamatan Kalumpang, kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Gw baru tahu kalo ada provinsi Sulawesi Barat (muncul tahun 2004 katanya). Bahkan di surat pengantar pun ditulis kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan, wakakak. Karena harus melintas batas provinsi, kami harus bikin surat jalan buat mobil. Entah kebetulan ato emang kesialan si ferry masi berlanjut, dia terpilih untuk menemani Pak Yan mengurus surat itu (gw ma sukri ngaso di kamer).

Ngomong-ngomong, sebelum ke Kalumpang kami diwajibkan datang dulu ke Pasangkayu (tempat anak-anak proyek lainnya) untuk mendapat semacam field training selama seminggu, sebelum terjun ke lapangan masing-masing. Pasangkayu itu adanya di sebelah barat dayanya kota Palu. Buat kesana, kami menempuh jalur darat dengan menggunakan mobil sewaan (hardtop), menyusuri garis pantai Sulawesi.


rute Palu-Pasangkayu


ini foto dimana yah? euu...